Puisi : Suatu Romansa

Mungkin semua sama saja
atas tanah yang kita injak
layaknya hati yang menderu serak
sampai terluka

bersimbah kamu di atas sana
memainkan peran yang bukan main
hanya deras tinta
disaksikan mata tanpa asa

saat itu sirna sudah percaya
pada apa yang disebut cinta
walau gundah masih berharap cemas
akan suatu romansa

dimana aku berpunggung hampa
membungkam dan memasang satu indera
dari balik tirai hitam megah
pada kamu yang menyaru dalam gulita

sampai tidak tahu menahu
kapan ini akan selesai?
paling tidak terang menggantikan redup
teringat buta masih peka cahaya

dan sejatinya aku berpikir serupa
karena aku dan kamu sebatas manusia
hanya berbeda cerita, dibalut asa pula
berusaha mengurai nyata dan menghirup udara

РDedi Sinaga 
Jatinangor, 26 Juli 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *