Puisi : Semesta

Aku tau, hujan akan meminta pelangi untuk menghibur luka yang basah olehnya.

Aku mengerti, angin akan mengantarkan sepucuk surat lewat daun yang ditulis langsung oleh keheningan diiringi kicauan merdu merpati yang tak pernah ingkar janji.

Aku paham, tanah diam diam menjaga dengan menyokong tegak tumbuhnya pohon meski ia tak terbaca.

Aku sadar, meski api di asingkan banyak orang ia tetap bertahan untuk tetap menciptakan suasana hangat dan menyuguhkan setitik cahaya terang.

Sedang tentangmu,
Aku tak pernah tau apa maksud dari Ratusan harapan yang kau bangun sedemikan cantik? Hanya sekedar ingin melihat ‘dia’ tersenyum ?? Sebatas itukah? Kurasa bukan.

Yang aku tau tentangmu, kau selalu menyebutnya diam diam dalam doa sepertiga malam mu, Selalu kau adukan pada Tuhanmu, Selalu kau Langitkan harapanmu Untuk senantiasa dibersamakannya. Sungguh, kau teramat Baik.

Dan yang tak pernah kau tau tentangku, adalah kenyataan bahwa namamu selalu ku eja dalam sujud panjangku. Sebab aku, Hanya pengagum Rahasia mu..

–┬áNilaa Adillia
Feb 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *