Puisi : Meradang

Ada benci yang kadang meradang.
Saat lirih hanya jadi penghalang.

Dimana mata yang tak pernah menyerang.
Meski jatuh berkali dan dihadang berulang.

Lisan hanya kutipan janji tak bernadi.
Kata hanya tulisan mimpi tak haqiqi.

Kamu hanya takut kehilangan pemuja.
Bukan sungguh mengajak berdua.

Kamu hanya belati yang siap menusuk hati.
Bukan lelaki yang ingin menepi di hati.

–¬†Sha
10 actober 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *