Puisi : Membeku

Saat terik tergantikan oleh rintik,
Saat itu pula aku ingin menelisik.
Bagaimana bisa kau dan degup itu datang bersamaan?
Sedangkan, menampakkan diri dihadapanmu saja seakan tak bernyali.

Sesekali, kulihat kau dari sudut mataku,
Ingin kukatakan sesuatu padamu, namun aku mendadak beku.
Lalu kutuliskannya untukmu, namun kau tak menyadarinya, membaca pun tidak.

Tak kusesali pertemuan kita kala itu,
Yang patut kusesali hanya hatiku,
Sebab dengan sengaja tidak menolak bayangmu.
Maafkan rinduku, jika telah maksamamu selalu bersamaku.

Aku ingin pergi namun hati enggan menyudahi.
Aku tak ingin bersusah payah, meladeni resah yang tak berkesudah.

Kuharap aku tak lelah,
Kuharap aku tak menyerah,
Kuharap aku tak lagi patah.

Kuharap nanti ‘kau’ ..
Dan pasti jawabku ‘iya’ !

Nilaa Adillia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *