Cerpen : Romantisme Cinta Part 22

“APAAA!!”

Mata Shakila membulat sempurna,bahkan mulutnya sudah terbuka lebar”bi..bisa. ummi ulangi lagi?”pinta Shakila berharap kalau ia tidak salah dengar. Pria yang sudah lama mengetuk pintu hatinya, mau melamarnya. Ya Allah..bahkan membayangkannya pun terlalu indah bagi Shakila.

“Tentu saja sayang… Malih akan melamarmu-setelah lulus sekolah. Lu-lus. Se-kolah.” Eja ufa dengan wajah ceria.

“Aaaarrrrrrrrgggggggg. Ummi tau apa yang ku rasakan sekarang” teriak Shakila berdiri, melompat-lompat kegirangan di atas ranjang “ini sangat membahagiakan ummi. Aku akan berterimakasih ke pada Allah. Karena telah menjawab semua do’a do’a ku” seru Shakila memeluk ufairah. Hingga tubuhnya kembali tenang saat tangan ufairah mengusap punggungnya lembut

“Ummi bahagia nak. Sungguh. Tidak ada yang lebih membahagiakan bagi seorang ibu selain melihat putrinya akan menikah” mata bening ufa mulai berlinangan. Bahkan telinganya pun sudah mendengar Isak tangis Shakila “Rupanya,kau benar-benar sudah jatuh hati padanya.” goda ufa yang merasakan pelukan Shakila semakin erat pada tubuhnya.

“Seandainya menunggu tidak sesakit ini. Maka aku akan menunggu beberapa tahun lagi” katanya terisak. Bahkan kupu-kupu terasa berterbangan di hati Shakila, mungkin karena ia terlalu bahagia.

“Sudah-sudah cukup. Sekarang kamu duduk dan dengarkan apa yang ummi katakan” ufa melepaskan pelukannya, kemudian mendudukan Shakila di sisi ranjang.

Tangannya merangkul Shakila di pelukannya, dan Shakila memeluk tubuhnya erat. Ada rasa berat dan bahagia bersamaan, apakah seorang ibu semua sama, merasakan berat saat akan melepaskan anak gadisnya untuk menuju ke rumah barunya.

“Anakku sayang.. Sembilang bulan kamu dalam kandungan ummi, dua tahun ummi menyusuimu dan 18 tahun juga ummi melihat perkembangan mu dari bayi. Seandainya waktu dapat terulang.. ummi ingin melihat mu yang masih bayi, merengek dan menangis. Ummi ingin menimangmu lagi, menghentikan tangismu lagi, ummi ingin melakukannya lagi”suara ufa mulai terasa berat, rasa sedih yang menyelimutinya menimbulkan sesak di hati.

“Sekarang,kamu sudah dewasa nak. Kamu sudah punya jalan yang berbeda, buku yang berbeda,dan catatan yang berbeda. Bila kamu menikah nanti, jangan lupakan beberapa hal: Taati suamimu, jangan kecewakan suamimu, jadikan dia prioritas pertamamu, jangan menuntut banyak dari suamimu. Terkadang mereka akan diam bila lelah. Maka jadilah kamu Khadijah yang menenangkannya . Apabila dia merasa gundah jadilah kamu seorang pendengar yang mau mendengar kegundahan hatinya. Jadilah istri yang baik nak, carilah surga dari suamimu nanti. Dia lah yang akan jadi pintu surgamu. Kamu mengerti sayang” kata ufa melihat putrinya yang sudah menangis, bahkan ufa ikut menangis. Hati seorang ibu terlalu lemah untuk menahan tangisnya, hingga ufa pun ikut menangis.

Tes

Air mata mengalir di pipi Hisyam,tampa ia sadari. Sedari tadi ia melihat Shakila dan ufairah. Ternyata beginilah perasaan seorang ayah melihat putrinya yang akan pergi jauh. Terlihat tegar,padahal ia sedang menahan tangisnya.

Source

Ruang yang kosong yang selalu menjadi tempat introgasi. Tidak ada suara selain helaan napas. Tatapannya sangat menelisik namun terlihat tajam bersamaan.

Pria berkacamata itu masih tertunduk. Tidak banyak bergerak, dan tidak berbicara.

“Namamu Vino Demino. Asal kota jakarta, tanggal lahir 12 Juni 1997,tinggi 170 cm, ibu Melinda dan ayah demino. Pekerjaan ayah dan ibu sebagai wiraswasta. Mempunyai adik Analela Halisa. Benar?” Tutur Malih membaca selembar kertas yang tadi di print zio.

“Benar”

Malih membenarkan tempat duduknya agar lebih nyaman, kemudian kembali melihat vino” kami ingin menjelaskan seluruh dugaan kami. Tampa ingin menutupi satu pun” kata Malih tenang

“Benar kamu duduk di meja, sebelum Shakila duduk di meja kantin yang bertulisan “MATI”

Vino mengangguk Tampa mengangkat wajahnya

“Dalam informasi yang saya dapat. Sebelum Shakila duduk di sana belum ada tulisan “MATi”. tapi setelah kamu duduk, baru ada tulisan nya. Tapi, sidik yang kami temukan adalah sidik jari Dimas. Bisa kamu jelaskan?”

Tidak ada jawaban, vino masih menunduk dalam-dalam. Sesekali ia menggesek-gesek hidungnya atau mulutnya. Wajahnya masih terlihat sama tidak ada ekspresi/datar.

Apa kamu gugup?” Kata Malih melihat vino tidak menjawab pertanyaannya

“Tidak” tidak ada nada bergetar di sana. Malah terdengar biasa saja.

“Sekarang jawab pertanyaanku” tuntut Malih bersedekap menunggu vino untuk menjawab pertanyaan.

“Kau tahu rasanya jatuh hati?”katanya melihat Malih dengan mata mengguratkan kesedihan yang mendalam.

Pertanyaan yang tidak di harapkan Malih. Sampai saat ini, Malih belum benar-benar mengerti akan cinta. Bahkan novel yang di berikan Haikal tidak membuatnya paham untuk bisa mengenali nama cinta lebih dalam lagi.

“Kau tahu rasanya sakit hati.” Suaranya terlihat di tekan seakan menekan rasa sesak di hatinya.

“Selain merasakan kesedihan, patah hati dan perpisahan juga dapat menimbulkan beberapa keluhan fisik. Misalnya perasaan sesak pada dada, sakit perut, rasa kering pada bibir, dan lemas seperti tidak bertenaga” jelas Malih tenang karena itu yang ia baca di buku. Setelah Haikal membicarakan tentang cinta. Malih benar-benar mencari tahu tentang cinta tentu menurut psikologi.

Perasaan sedih dan kehilangan dapat mengaktifkan beberapa bagian pada otak manusia. Ketika Anda merasa sedih dan patah hati, maka aktivitas pada bagian otak kita yang disebut dengan anterior cingulate cortex – disingkat ACC – akan meningkat. Perasaan tersingkir dari lingkungan sosial, kepercayaan diri yang rendah, dan penolakan juga akan memicu aktivitas ACC, terutama pada bagian belakang ACC.

Vino berdecak” sakit hati lebih menyakitkan dari pada sakit perut dan sesak dada” cibir vino karena Malih menerangkannya tidak sesuai dengan apa yang pernah di alami.

Halis Malih menaik sebelah” Jadi seperti apa sakit hati itu” katanya mulai penasaran

“SEPERTI INI!!!”

Syutttttttt

Grepppp

“Zio!!!” Teriak Malih meminta pertolongan. Karena vino mencoba menusuknya, namun segera di tahan dengan tangannya yang memegang ujung tajam pisau. hingga membuat darahnya mengalir keluar dari kulit. Bahkan meja sudah di penuhi oleh darah di tanggannya

Pintu terbuka keras. Mata zio terbelalak melihat Malih yang sedang menahan pisau dengan tangannya.

Source

Brukkkk tangannya dengan kuat mendorong tubuh vino. Membuat vino langsung terjungkal kebelakang karena dorongan zio pada pundaknya.

“Satpam!!!” Teriak zio keras

Dua orang satpam langsung berlari masuk ke dalam. Zio dengan pancaran marah di matanya sudah menunjuk vino yang mencoba berdiri

“Tangkap dia!. Jebloskan ke penjara!” Perintah zio geram.

Zio kembali melihat Malih yang sedang melilitkan kain ke tangannya,

“Apa Lo baik-baik saja?” Panik zio melihat darah yang masih bercucuran di tangan Malih. Walau sudah di lilit kain masker beberapa kali.

Kepala Malih mengangguk kecil” gue baik” katanya kemudian menarik ujung tali mati agar menguatkan kainnya agar tidak terlepas.

“Kita pergi!” ajak Malih berjalan pergi, wajahnya terlihat pucat karena darah yang banyak keluar, bahkan langkahnya pun terlihat tertatih-tatih dan Malih membutuhkan tidur untuk bisa menormalkan kembali energinya seperti semula.

******

Wajah shakila masih merona malu,bahkan setelah ufa pergi. sesekali dia menutup wajahnya dengan bantal. Seakan Malih ada di depannya, walau kenyataanya tidak ada siapa-siapa. hanya ada lemari kayu putih dan cermin yang memantulkan bayangan dirinya.

Tangannya memukul kepala”Aish!. Kenapa dengan otaku ini. Seharusnya aku tidak memikirkan Malih” kekehnya malu karena otaknya yang selalu mengingat Malih yang selalu bersikap dingin.

Matanya mengedar melihat sekeliling kamarnya” sepertinya aku harus merubah catnya. Jangan sampai Malih meledekku karena warna cat kamarku bewarna pink” gumamnya namun kembali menutup wajahnya dengan bantal, karena sadar apa yang tadi di ucapkannya” ahhhh..astaga!!. Ini sangat memalukan. Kenapa aku jadi seperti ini” keluhnya karena Shakila jadi mulai berpikir apa yang harus ia persiapan untuk menyambut Malih nanti.

“Tenang Shakila..atur napas. Jangan sampai Malih ilfil padamu nanti. Ingat kata ummi harus tenang” Shakila mencoba mengatur napas. Walau pipinya sudah sangat memerah sekarang

“Aku harus membereskan kamarku dari mulai sekarang. Malih tidak boleh kecewa melihat kamarku yang berantakan” tukas Shakila semangat.

“Aku kan belum menikah!!!!!”

Shakila menjatuhkan tubuhnya ke ranjang. Karena sekarang ia merasa kelakuannya jadi aneh gara-gara info yang di beritahukan umminya.

*******

Malih menjatuhkan tubuhnya di ranjang. Tangannya sudah di balut perban,karena tadi ibunya sudah mengobatinya walau dengan sedikit di marahi. Tapi sudahlah,Malih juga paham kalau Sarah marah karena ia khawatir padanya. Dan juga setidak nya ini lebih layak dari sebelumnya.

Matanya menatap langit-langit kamar, tiba-tiba saja bayangan Shakila melintas di ingatannya. Membuat Malih mengerjapkan matanya beberapa kali.

Mengusap wajah gusar”astagfirullah”istighfar Malih mengalihkan pandangannya ke arah balkon kamar

“Sepertinya aku benar-benar sudah sangat lelah” keluhnya karena bayangan Shakila selalu berputar-putar di ingatannya membuat Malih langsung bangun dari tidurnya karena tidak nyaman.

“Ini benar-benar menganggu” gusarnya mendengus kesal

Source

Hari-hari sudah berlalu. Tidak terasa semua ujian sudah di jalani dengan baik oleh malih, bahkan ia di nyatakan menjadi murid terbaik di sekolah. Dan dengan peringkat kedua di menangkan zio, siapa yang tahu pria yang di kenal cowok ke PDan itu aslinya orang pinter.

Kasus bunuh diri sudah usai karena ternyata yang jadi tersangka adalah vino. Dan Dimas sebagai korban, karena mendapat ancaman dari vino. Dan ia di tugaskan untuk menghilangkan semua bukti dengan ancaman pembunuhan. Dan Vino sudah mendekam di penjara.

Dan tentu saja Malih,zio dan Hamida langsung mendapatkan penghargaan. Menjadi DSI 1 khusus, karena menyelesaikan kasus dalam jangka waktu kurang dari 1 bulan. Peningkatan yang membuat semua anggota DSI tercengang. Tentu saja!. Semua orang membutuhkan waktu 10 tahun untuk bisa jadi DSI 1 khusus,belum lagi seleksi yang ketat yang membuat semua angkat tangan .

Semua orang ramai-ramai bersorak bahagia setelah mendapatkan kelulusan mereka. Tidak ada yang di liputi kesedihan. hari ini semua bahagia,terasa menyambut kebahagian Shakila yang sudah ia tunggu sejak lama.

Dan saat ini Shakila tengah terdiam. berdiri. mendengar suara-suara yang terdengar indah di telinga”Bila kamu mendengar suara orang-orang mulai ramai bersorak. Dua hari setelahnya ada satu keluarga yang akan mengetuk rumahmu” senyum mengembang di bibirnya,ketika ia ingat perkataan Malih di otaknya.

“Aku menunggumu wahai pengetuk pintu hati”matanya terpejam rapat merasakan kebahagian yang terasa mengelilingi dirinya. Hingga Nia menarik tangannya

“Ayoooo!!. Shakila. kita ikut bergabung bersama tim wanita”ajak Nia bersemangat yang di beri anggukan semangat Shakila.

Bersambung…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *