Cerpen : Romantisme Cinta Part 13

“Itu baru sahabat gue!” Rangkul zio semangat pada bahu Malih

Merasa berlebihan, malih menepuk tangan zio kesal”Jangan berlebihan!. Lepasin tangan Lo dari pundak gue”pintanya dingin

Wajah zio merengut” Lo itu,sedang kondisi gini aja masih bersikap dingin. Kalau Lo gini terus!. cewe juga pada ngehindar dari Lo. Gimana kalo Lo nanti jadi perjaka tua??. Kan ngeri..!!”gidiknya

“Yang ada Lo. Harus di benerin ini nih..”menunjuk-nunjuk kepalanya sendiri” kalau gue. Cewe banyak yang ngejar. Nah elo.. Hamida aja ampe kabur kalau lihat Lo” tambahnya cuek

“Lo nyakitin hati gue Malih” sahutnya dengan kedua tangan di dada, dengan wajah berpura-pura sedih” gue aduin sama mamah gue!. Mamah gue gitu-gitu juga kalo ngadepin penjahat pasti pada kabur”

“Siapa yang kabur?”timbalnya menoleh

“Yah mamah guenya lah.. hahahahahahahah”

Krikk

Halis malih menaik sebelah” Lo lagi ngelucu?” Tanya Malih menghentikan tawa zio

Wajah zio berubah masam”Lo itu memang gak bisa di ajak bercanda” Keluhnya dengan wajah bosan

Tidak ingin memperdulikan zio. Tatapan Malih kembali menatap langit. Ingatannya kembali mengulang setiap kejadian yang sudah terjadi pada Shakila tadi malam. Dari rasa takut ,cemas semuanya,rasanya Malih tidak ingin merasakan kembali.

“gue tadi bertemu sama pelaku” kata Malih. Perkataan yang tidak sesuai dengan apa yang ingin Malih ceritakan.

Zio yang sedang meniup-niup poni, sepontan menoleh. Bilang aja zio lagi gak ada kerjaan, karena itu benar adanya. ngajak Malih bercanda pun percuma,jadi zio melakukan hal yang kecil asal hatinya senang. Contoh meniup-niup poni yang selalu menghalangi wajahnya

“Kok bisa?. Memang Lo ke sekolah?. terus bagaimana Lo bisa menemukannya?. Kenapa gak ikut sertakan gue dalam misi?. Harusnya gue sebagai anggota DSI 6 calon pemimpin DSI. Harusnya gue ada di sana”tanya zio berturut-turut

Malih mendesah kesal” Lo lagi nanya?”balik tanya Malih ke arah zio yang langsung di beri anggukan kecil zio

“Lo nanya aja sama tuh dinding”tunjuk Malih ke arah dinding.

“Lo pikir gue apaan. Bicara ma dinding!” Desisnya di akhir karena perkataan malih.

“Saat Shakila ditodong sama pisau. Sebenarnya gue ada di sana. Gue sembunyi di balik dinding”

Kening zio mengkerut”gue gak paham maksud Lo. Ceritain dari awal” tuntutnya karena penasaran

Sejenak Malih terdiam hingga ia kembali bersuara” Pembunuh itu. Sekarang mulai mengincar Shakila” suaranya terlihat tenang namun masih ada rasa cemas di baliknya.

“Lo khawatir?” Tebak zio

Tampa di duga Malih mengangguk” gue khawatir. Dan gue pingin dia selamat”

“Karena?” Lanjutnya bertambah penasaran

Source

“Lo mau nguji gue?”selidik Malih mendelik zio yang sudah cengengesan. Karena bagi zio jarang-jarang Malih mau menceritakan isi hatinya pada orang lain,jadi wajar kalau dia ingin tahu lebih dalam.

“Okhe kita lanjut!. Lo bilang tadi pembunuh itu ngincar Shakila. Lo punya bukti?”

Malih mengangguk” ya”singkat dan jelas

“Dugaan gue mereka akan membunuh dengan tiga cara

1.peringatan lewat surat dengan batu yang di lempar
2. Dengan cara mengancam di telepon
Dan terakhir..
3. mereka hanya bermodal ancaman lewat pisau, hingga membuat korban panik dan cemas hingga tidak bisa mengontrol dirinya sendiri.

“Jelasin no 3. Gue gak ngerti” zio menggaruk-garuk belakang kepalanya bingung

Malih menunduk pasrah”gue gak tahu kenapa pemimpin, jadiin Lo patner tim gue” keluh Malih membuat wajah zio merengut

Malih menghela napas kembali melanjutkan ceritanya “Saat gue udah nemuin lokasi shakila. Gue langsung ngumpet di balik dinding, karena ingin lihat seperti apa dia membunuh orang hingga tidak menimbulkan bukti sedikit pun”

“Lo jadiin Shakila bahan uji coba penasaran loh?”simpul zio menganga tidak percaya

“Kalau gue jadiin dia uji coba. Gue gak akan pernah nolongin dia. Lo paham!” Bantah Malih kesal dengan pemikiran zio yang tidak pernah sinkron dengannya.

Zio nyengir sambil memangut-mangut paham” terus…”lanjutnya penasaran

“Dia gak nyentuh korbannya atau mendorongnya. tapi, dia hanya mengancam. Lo tahu sendiri kan?. Kalau orang yang sedang panik gimana?. pikirannya kacau balau. tidak tenang. Jadi gak bisa berpikir jernih. Dan itu terjadi sama Shakila, saat ia di ancam oleh pisau, dia terlihat panik. Kalau saja dia lebih bisa mengontrol dirinya. Gue yakin, Shakila akan memilih berlari karena menurut gue peluang untuk lari banyak. Tapi karena dia panik jadi dia cuma bisa diam.” Jelas malih yang langsung di beri anggukan paham zio

“Jadi maksud Lo mereka bunuh diri karena rasa panik nya” simpul zio yang langsung di beri ketikan jari oleh malih

“Benar!. Contohnya gini, rata-rata preman kenapa bawa senjata?” Tanya Malih ke arah zio

“Karena mereka ingin mengancam. Kemudian merampoknya”

“Kalau ada preman gak bawa senjata. Terus ada yang mau rampok Lo. Lo takut gak?”

Zio menggeleng”ya kagak lah. Yang ada gue bogem tuh perampok!”

“Jadi kita simpulin. Kalau mereka melakukan pembunuhan dengan cara mengancam korban. Bukan dengan dorongan, penusukan atau penembakan. Itu hanya “ancaman”. Jadi kita bisa lihat bahayanya keselamatan hanya karena rasa “panik” dan itu berasal dari diri sendiri.”sambung Malih membuat zio bertepuk tangan

“Sekarang gue tahu kenapa dalam 2 tahun Lo bisa jadi DSI 5. Karena Lo sangat teliti dalam tugas”

“Lo nya aja yang kurang teliti!” sahut Malih dingin memilih melangkah masuk ke dalam.

***

Pagi sudah menjelang. Seperti biasa, semua siswa-siswi sudah masuk ke gerbang sekolah. Tidak ada yang curiga bahkan menyangka tadi malam sudah terjadi kecelakaan di sekolah. Karena sekolah pun sudah menutupi semua informasi, dengan membungkam seluruh petugas kebersihan untuk tutup mulut. Karena bila saja info itu bocor,maka sudah dipastikan akan banyak siswa-siswi yang keluar sekolah.

Langkah Shakila memasuki gerbang sekolah, entah mengapa hari ini begitu berbeda dengan hari-hari sebelumnya. Rasanya tangannya lebih dingin dari biasanya, bahkan hatinya tidak sesenang saat ia kemarin masuk sekolah. Apa karena kejadian semalam?.

“Assalamualaikum Shakila!!” Salam Nia ceria dari arah belakang

“Eh’ “langkah Shakila langsung mundur selangkah ketika Nia menyapanya

Nia bingung”kenapa kamu terlihat terkejut?. Biasanya kamu akan membalasnya dengan salam. Apa kamu tidak mau mendoakan ku juga?” wajahnya terlihat kecewa

Badan Shakila terlihat tidak tenang. Bagaimana ia menceritakan,kalau ia sudah mengalami kejadian mengerikan tadi malam!. Ia khawatir kalau peneror itu akan lebih meneror lagi

“Wa’alaikumsalam” balas Shakila walau terlambat

“Wahhhhhhh lihat itu Malih!!!!”tunjuk Nia histeris melihat Malih baru turun dari mobil hitam

Semua gadis yang melihat,langsung menyorot Malih dengan tatapan kagum. Dan seperti biasa ia tidak memperdulikannya . Tidak lama, zio turun dari mobil. tangannya melambai-lambai, seakan semua sorotan itu adalah padanya

“Aku tahu mereka menyukaiku. Tapi tidak perlu berlebihan seperti ini” kata zio sesekali menunduk untuk membalas senyuman riang mereka.

Source

Kepala Malih hanya menggeleng kecil melihat tingkah sahabatnya yang menurutnya agak PD. Tapi biarlah..Malih memilih berjalan pergi, untuk masuk ke dalam kelas.

Lahkahnya terhenti ketika tatapannya menangkap seorang berkerudung syar’i tengah menunduk,seakan ia enggan untuk melihatnya. Dan akhirnya, malih memilih kembali berjalan pergi, karena ia pun tidak ingin lagi berurusan dengan shakila

“Kita harus segera nyelesain kasus ini. Kalau enggak!. DSI 1 pasti akan langsung ngambil alih. Bisa-bisa kita turun jabatan jadi DSI 7″panik zio ketika mereka sudah berjalan di koridor sekolah

“Gue gak masalah jadi DSI 7″sahut Malih enteng

Mata zio mendelik”Lo gak masalah. Gue bisa di bunuh mamah gue, karena turun jabatan di DSI. Lo tahu sendiri kan?. mamah gue dulunya DSI 1, bayangin !!!..kalau gue turun jabatan. Nasib gue entah gimana mana di tangan mamah gue.. bisa napas aja gue syukuran” cerocos nya yang hanya di anggap angin lalu oleh malih

“Kita fokusin nyelidikin vino”mata Malih sudah menatap fokus vino yang sedang membaca buku di kursi

“Bawa dia aja ke ruang interogasi” saran zio karena ia pun sudah lama ingin mengintrogasi orang, dengan gayanya layaknya detektif.

“Kita belum punya bukti erat tentang dia. Nantinya malah jatuh ke fitnah. Dia hanya tersangka sementara” jelas Malih tenang

“Biasanya Lo jelasin dengan surah agar jelas. Tumben.” Sahut zio menautkan halis

“Dan orang-orang yang mengganggu dan menyakiti orang-orang mukmin lelaki dan perempuan yang beriman, dengan perkataan atau perbuatan yang tidak tepat atau sesuatu kesalahan yang tidak dilakukannya, maka sesungguhnya mereka telah memikul kesalahan menuduh secara dusta dan berbuat dosa yang amat nyata.”(Surah Al-Ahzab, 33; Ayat 58)”

“Kita tidak bisa bersu’udzon dulu. Gue juga gak mau bahas dia lebih banyak, karena gue belum benar-benar yakin” tambahnya

Tangan Malih menepuk dahi” astagfirullah, ini udah satu hari. Semoga gak ada surah yang gue lupa” risau Malih segera memasang headset pada kedua telinganya

“Owh pantes Lo sering pake handset” seru zio menepuk bahu Malih keras. Membuat pria itu menoleh kesal

“Ah ya ya. Gue gak sengaja” tangan zio terangkat di depan dada karena Malih masih menatapnya dengan tajam”gue benar-benar gak sengaja loh” sambungnya nyegir. Malih berdecak kembali melanjutkan langkahnya

“Mau ke perpus. Waktunya masih panjang lohh. Dan juga, kenapa kamu datang pagi-pagi sekali. biasanya paling telat kalau ke sekolah” heran Nia ke arah Shakila

“Ingin saja.”sahutnya kecil

“Sebenernya kamu ini kenapa?!. Di sepanjang jalan kamu cuma diem. Apa ada yang menganggumu?”tanyanya karena tidak biasanya Shakila jadi banyak diam.

“Assalamualaikum” langkah mereka terhenti ketika seorang guru menyapa mereka dengan ramah

Guru itu memakai gamis bewarna biru dengan garis-garis putih di bawah roknya. Baju yang cantik!, Itu yang di pikirkan mereka melihat guru di hadapannya. Apalagi kulitnya terlihat putih dengan kerudung syar’i biru tua yang menambah kesan sejuk saat melihatnya.

“Apa kalian tahu kelas 12 A IPS?” Senyum terlukis indah di bibirnya seakan menghayutkan orang ketika melihatnya

“Itu kelas kami” sahut Nia semangat. karena ia benar-benar mengagumi guru yang baru ia lihat sekarang. Sangat ramah, tidak cuek dan juga tidak galak.

“Kalau begitu…

“Hai Hamida..!”sapa zio ramah. yang entah datang dari mana dan sekarang sudah berdiri di antara Hamida, Shakila dan Nia.

Shakila dan Nia saling berpandangan. Bahkan hati Hamida sudah menggerutu kesal, karena tindakan zio yang sudah mengacaukan misinya di sekolah.

Tangan Hamida membenarkan kacamatanya,lalu melirik zio ramah” apa kamu siswa di sini?” Akting yang bagus!. Hamida mencoba seperti tidak kenal pada zio namun..

“Apa kamu tidak mengenalku. Kita kan.. E-eh ehhhh” kerah zio sudah ada yang menarik kebelakang. Siapa lagi kalau bukan Malih yang melakukannya. Baru saja di tinggal sebentar, dan zio sudah merusak rencana DSI yang tengah menyamar.

Kepala Malih menunduk sopan” Maaf Bu. Teman saya memang agak kurang sopan”sesal Malih “saya pamit assalamualaikum” mereka langsung berjalan pergi, bahkan Malih tetap menarik kerah seragam sekolah zio.

Tangan zio melambai sebentar ke arah Hamida”selamat bertemu di kelas guru cantik. Assalamualaikum!!” Teriak Malih takut hamida tidak mendengarnya

“Kenapa harus ada anak itu di sini” batin hamida menggerutu

“Maaf Bu. Jadi ibu mau ke kelas?.kita bisa berangkat bersama”tanya ragu Nia karena melihat Hamida menunduk. Lebih tepatnya sedang menyumpah serapah sikap zio karena hampir membuat penyamarannya terbongkar.

“Owh i-iya..ayo ” sahut Hamida tersenyum tipis kemudian mengikuti langkah shakila dan Nia

Kepala Shakila menunduk setelah percakapan Hamida dan zio. Di sana Shakila tau kalau sebenarnya Hamida bukan guru tapi tugasan SDI,yang menyamar untuk keperluan tugasnya. Tapi tugas apa?. Bukanya di sekolah sudah ada Malih dan zio?. Apa ini masih ada sangkut pautnya dengan kasus bunuh diri di sekolah.

Source

Di kelas, ruangan terlihat ricuh. hanya ada beberapa orang yang memilih diam, itu juga yang memilih tertidur. Sedangkan Malih,kepalanya tertunduk dengan tangan bersedekap. Ia sedang duduk di kursi dan mendengar lantunan surah ayat suci Al-Qur’an untuk menguat hapalannya .

Tapi..ada hal yang berbeda di meja Malih. Disana tidak ada vino yang biasanya duduk dengan Malih, tapi zio yang terlihat terus menatap pintu masuk mengharapkan orang yang di tunggu ya segera masuk keras.

Lebih tepatnya zio yang memaksa pindah ke pada kepala sekolah untuk alasan penyidikan dan harus satu kelas dengan Malih. Yahh..di sekolah yang tahu mereka detektif adalah kepala sekolah. Itu sebabnya mereka di beri akses bebas,agar mempermudah menyelesaikan kasus bunuh diri dengan cepat.

“Kenapa Hamida belum datang?”wajahnya sudah mulai lesuh bahkan sesekali ia menguap lebar

” “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” (An-Nur: 30)”

Zio menoleh ketika Malih menyebutkan arti dalam salah satu surah yang ia tahu untuk menyindirnya” kalau begitu aku harus menikahi Hamida. Bagaimana menurutmu Malih?” Aju zio membuat Malih langsung menoleh

Tidak lama suasana langsung hening. Merasa kalau keheningan ini terjadi karena ada guru, dengan cepat zio melihat ke depan. Dan benar!. Matanya sudah berbinar-binar melihat Hamida sedang berdiri dengan senyuman ramah pada semua orang.

Tangannya melambai, senyum mengembang di bibirnya. Hamida yang melihat zio berada di kelas hanya mampu menahan kesal. Kedatangan pria itu benar-benar menganggu tugasnya.

Ting

Telepon Malih,zio,dan Hamida berdeting bersamaan. Sejenak mereka terdiam hingga membuka pesan yang di kirim dari atasan mereka

“Assalamualaikum Wr.Wb.
Selamat siang anggota DSI

Di beritahukan kepada seluruh DSI 1,2,3,4,5,6,7. Untuk berhati-hati, karena anggota mafia dan beberapa kelompok sekutu lainnya,sudah melancarkan aksinya untuk menghancurkan DSI . Korban DSI yang jadi korban

  1. Laila Anastasya Keyna DSI 1 khusus
    2. Micle Graham Xander DSI 1
    3. Demino Darmansyah DSI 2
    4. Vina Evilona DSI 2
    5. Firmansyah DSI 2
    6. Hilyan DSI 3
    7. Salma Ananda Nia DSI 7

Mereka jadi korban saat bertugas. Jadi kepada seluruh DSI di mohon lebih berhati-hati saat bertugas. Lapor segera!!. Bila membutuhkan pertolongan. ”

“Laila!”

“Micle!”

“Bukankah mereka yang bersama kita saat penyerangan mafia di kantor cabang DSI ? ”

Bersambung…..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *