Cerpen : Romantisme Cinta Part 07

“Kalian sudah di kepung. berani bertindak!. kami akan lebih tegas lagi!!” Teriak seorang pria menggunakan toa. Di belakangnya terdapat banyak polisi dan detektif yang sudah menodongkan senjata masing-masing.

Sepontan Malih dan zio menoleh. di sana terlihat pemimpin pusat yang sudah datang dengan beberapa rombongan. Beberapa orang yang sudah muncul dari lorong langsung angkat tangan, karena jumlah mereka yang kalah telak dengan orang-orang yang di bawa pemimpin

Dengan jalan penuh wibawa, pemimpin mendekat ke arah Malih dan zio. badannya terlihat tinggi dan juga tidak gemuk. Sorotan matanya terlihat tajam namun tidak menakutkan” assalamualaikum” salam pemimpin tersenyum tipis

“Wa’alaikumsalam” balas keduanya serempak.

Mereka hanya bisa terdiam. Tertegun, karena melihat pemimpin pusat yang bisa mereka temui. Karena semua orang tahu, hanya orang-orang tertentu yang dapat bertemu dengan beliau.

“Apa bapak pemimpin pusat DSI ?. Yang suka menangani kasus kriminal,dan beberapa kasus sulit lainya?” Tanya zio yang mulai membuka suara, yang langsung di beri anggukan pemimpin

Wajah zio bersinar,tampak gembira” astagaaa!!. Bapak tahu sejak kecil aku ingin bertemu bapak. Saat aku searcing di google, foto bapak tidak pernah muncul. Apa bapak menyembunyikannya?”tanya lagi zio yang juga di beri anggukan pemimpin.

Mata zio berbinar-binar” bolehkah saya minta tanda tanganmu. Bapak sungguh sangat mengagumkan” pinta zio memberikan telapak tangannya

Pemimpin tertawa kecil, sedangkan Malih melihatnya dengan senyum tipis” buat apa tanda tangan bapak nak?. Kalian masih muda, tapi kalian mau menanggung resiko seberat ini. Bapak lebih kagum pada kalian” puji pemimpin menepuk bahu zio beberapa kali

“Apa kalian kenal wanita ini?” Ujar seseorang menggiring dua wanita yang mereka tahu itu adalah Shakila dan laila.

Malih mengangguk. Tatapannya menelisik Shakila, memastikan kalau dia baik-baik saja”Dia sahabatku” balas Malih membuat kepala Shakila menanggah

“Hallo Laila”sapa pemimpin melihat Laila yang sedang di bantu Shakila

Tangan laila melambai kecil,kemudian turun secara perlahan” terimakasih. bapak mau datang” tunduk Laila penuh hormat

Semua orang tercengang,tidak ada yang bersuara. Pusat perhatian langsung tertuju pada Laila yang terlihat tidak terganggu dengan tatapan semua orang

“Kau tangan kananku, pasti aku akan datang” jawab pemimpin membuat Laila tersenyum. kemudian pandangannya mengedar melihat beberapa detektif yang ikut dengan pemimpin

“Hai”lambai seorang pria dengan suara lembut. Tubuhnya terlihat tinggi dengan kulit putih cerah. Cukup cerah,untuk ukuran seorang pria. Dan ia menggunakan jas yang tertempel logo bulat kecil DSI 1 di kerah jasnya.

Pembagian DSI

Di DSI ada 7 tingkatan. Tingkatan pertama adalah tingkatan tertinggi, yang bahkan hanya ada beberapa orang yang bisa menempatinya. Karena DSI 1 hanya berjumlah 10 orang. Sedangkan yang lainya di atur sesuai kebutuhan dalam menanggani kasus. Bila kasusnya membutuhkan banyak orang, maka akan ada pertambahan lagi. Malih termasuk ke dalam DSI 5, sedangkan zio DSI 6. Dari tingkatan DSI 5 mempunyai anak buah berjumlah dua orang dan seterusnya. semakin tinggi jabatan semakin banyak pula anak buahnya.

Senyum kecil terukir dari bibir Laila,melihat pria itu menghampiri ” apa kamu baik-baik saja?” Tanyanya cemas, mengambil alih rangkulan Laila hingga berpindah pada pundaknya

“Aku harap kamu sudah memasak di rumah” canda Laila, membuat pria itu tersenyum kecil

Semua orang tersentak, terlebih pemimpin swasta, yang mereka tahu Laila hanya anggota DSI biasa. Tidak ada yang tahu kalau Laila merupakan kepercayaan dari pemimpin.

“Laila ini DSI 1 khusus. Yang saya tugaskan ke sini untuk melihat beberapa orang yang punya bakat, untuk bisa menjadi anggota detektif pusat. Sepertinya Laila sudah mendapatkan pilihannya” ujar pemimpin melihat Laila yang langsung mengangguk kecil

Kepala Laila menoleh, melihat Malih dan Zio ” mereka mengagumkan pak” tunjuk Laila ke arah Malih dan zio

“Jadi aku tidak mengagumkan”raut pria itu berubah kecewa

Mata Laila berputar,kemudian melirik ke sebelahnya”Kau selalu menganggumkan di mataku micle . Karena kau suamiku ” balas Laila malas

“Mereka suami istri yang bertugas di DSI 1″jelas pemimpin tersenyum tipis

Setelah cukup lama mereka terdiam, perhatian pemimpin kembali melihat Malih dan zio” ku dengar kalian sedang menangani kasus sulit?” Ucapnya sambil mengambil map yang di bawa sekertarisnya.

Kepala Malih mengangguk kecil” 1 Minggu kasus bunuh diri ini sudah di tutup. Dan kalian mengambilnya lagi?”sambungnya sambil membaca data-data yang sudah terkumpul dalam beberapa lembar kertas

“Kami hanya mencoba” sahut Malih tenang

Ujung bibir pemimpin terangkat,kemudian kembali memberikan mapnya ke pada sekertaris” harusnya ini di tanggani DSI 1. Tapi, karena aku ingin melihat kemampuan kalian, tugas ini aku serahkan pada kalian secara langsung” katanya dengan bibir yang melengkung secara perlahan.

“Terimakasih. Kami akan melakukan yang terbaik” sanggup Malih dan zio menunduk hormat

Kepala Shakila tertunduk, pikirannya berputar-putar mengingat semua kejadian yang sudah di alaminya. Bahkan sampai sekarang ia masih belum mengerti dengan alur jalan cerita, yang membuat ia sampai bisa bertemu dengan beberapa orang penting.

Kemana Shakila?

Keluarga Hisyam terlihat panik. Bahkan ufairah terus menangis karena putrinya belum pulang. Dan di sana pun ada Sarah, dengan wajah penuh raut cemas,karena Malih pun juga tidak kunjung meneleponnya.

“Kemana shakila mas..” tanya ufa menangis sambil melihat Hisyam yang sedang menelepon beberapa suruhannya

Sedari tadi Hisyam terus berjalan bulak balik” temukan putriku. Pokoknya malam ini harus ketemu!”tegas Hisyam kemudian mendekati istrinya untuk menenangkan ufairah.

Tok tok tok

Suara ketuk pintu terdengar beberapa kali. Dengan langkah cepat, Hisyam membuka pintu berharap kalau itu adalah putrinya shakila. Perlahan pintu terbuka

“Assalamualaikum” suara berat itu mengalihkan perhatian semua orang

Perlahan kepala Sarah terangkat, suara yang amat ia rindukan selama lima bulan. Tubuhnya sudah berdiri, dengan perlahan kakinya melangkah mendekat ke arah sumber suara

Wajah yang terlihat tegar itu melemah”Mas..” lirih Sarah,kata yang terucap pertama kali untuk kedatangan Adam.

Adam menatapnya dengan senyum lembut. Kaki sarah sudah berlari menghambur ke pelukan Adam,memeluknya erat seakan menumpahkan seluruh keluh kesah dan tangis yang sudah ia tahan.

Tangan Adam perlahan mengusap punggung Sarah”ada apa?. Kenapa semua terlihat tegang. Aku datang kemari, karena kalian tidak ada di rumah”

“Malih belum pulang” adu Sarah dengan suara serak. Air mata masih mengalir di pipinya walau tidak sederas sebelumnya.

Suara sirine mobil polisi terdengar,memasuki kediaman rumah Hisyam. Suarana yang sudah tegang kembali bertambah tegang, bahkan polisi sudah keluar dari mobil.

“Kenapa ada polisi?” Cemas ufa melirik Hisyam khawatir

Dari dua mobil berbeda turun malih dan shakila. Di temani beberapa orang dengan pakaian formal di belakang.

“Assalamualaikum. Selamat malam saya dari DSI 1 pusat” tunduk ramah seorang pria yang tidak lain micle

Sebelah halis Adam terangkat” untuk apa kalian kemari?”terdengar nada tidak suka di balik pertanyaan adam

“Ayah..”panggil Malih yang sekarang berjalan mendekati Adam

“Kamu masih melakukan kegiatan itu lagi?!” Tanya Adam tegas

Dengan halus Sarah menenangkan Adam” kita bicarakan di rumah” saran Sarah lembut. Adam mendesah berat walau akhirnya menuruti perkataan Sarah.

***

Setelah penjelasan micle tentang kejadian yang sudah terjadi. Sukses membuat seorang hisyam tidak bisa berkata apa-apa lagi. Ingin marah pun tidak bisa, karena memang putrinya tidak salah.

“Kamu tahu DSI itu apa Shakila?”nadanya terdengar tinggi membuat Shakila langsung menunduk “Abi tidak ingin dengar, kamu berurusan lagi dengan DSI. Kamu tahu kegiatan mereka sangat berbahaya!. Kamu mau buat Abi selalu cemas dengan semua tingkahmu”

“Abi..aku tidak tahu mereka DSI” matanya mulai berlinang, karena ini untuk pertama kalinya Hisyam marah padanya.

Merasa hatinya sudah di selimuti amarah, Hisyam bangkit dari duduknya. Kemudian melangkah pergi keluar rumah. Tangis Shakila kembali pecah, membuat ufa memeluknya erat.

“Abi sangat menyayangimu. Jadi dia marah padamu” jelas ufa mengusap air mata di kedua pipi putrinya

“Abi marah padaku ummi” isak Shakila setelah mulai menenang

Senyum kecil terukir di bibir ufa” ia hanya sedang menenangkan diri. Dia akan kembali padamu dan meminta maaf” ucap ufa menenangkan

Keinginan Seorang Ayah

“Ayah mau. Kamu keluar dari DSI!” Pinta Adam keras ke arah Malih yang sedang duduk di kursi tamu

Malih memilih diam, membuat Adam mendesah sabar” kamu masih mau di sana?” Suara Adam mulai memelan, tapi tidak lepas dari nada ketegasan dari setiap perkataannya

“Aku akan tetap di DSI ayah. Meskipun ayah tidak menyukainya” sahut Malih menatap Adam intenst

“Sampai kapan?!. Kamu tahu itu pekerjaaan berbahaya. bisakah kamu jadi anak biasa saja?!”

Kepala Malih tertunduk”bisakah ayah juga tidak kembali ke Mesir. Bisakah ayah seperti ayah-ayah pada umumnya selalu ada bersama keluarga” balik Malih yang langsung menohok hati Adam.

Tidak ada suara,suasana kembali hening hanya ada ketegangan di antara Malih dan Adam” ayah beri kamu kesempatan. Ayah akan menyetujui kamu masuk DSI. Kalau kamu,bisa buktikan kepada ayah. Kalau pekerjaanmu itu bisa bermanfaat bagi orang lain, dan ayah tidak ingin dengar kalau ada orang di rugikan karena pekerjaan mu”putus Adam memilih mengalah dengan egonya,kemudian melangkah pergi

Malih berdiri” aku akan buktikan pada ayah. Kalau aku akan bermanfaat bagi orang lain dengan masuk DSI ” jawab Malih dengan penuh keyakinan, hingga menghentikan langkah Adam. Namun ia memilih kembali berjalan pergi, walau kini senyum tipis terukir di bibir Adam

***

Pagi hari sudah menjelang. Orang-orang terlihat ramai berkumpul di halaman sekolah. bahkan serine Ambulan dan mobil polisi menambah keramaian di sana. Siswa-siswi yang baru masuk pun berlarian untuk mendekat ke tempat lokasi.

Baru saja langkah Malih memasuki gerbang sekolah ketika telepon nya berdering meminta di angkat

“Assalamualaikum” salam Malih

“Wa’alaikumsalam. Tugasmu di sekolah bertambah Malih. Terjadi lagi siswi yang bunuh diri di tempat yang sama. Sekarang, kamu cari penyebabnya. Kamu bisa bekerja sama dengan Dr. Kania, dia yang akan mengotopsi mayat siswi wanita tersebut. Assalamualaikum”

Setelah menyimpan handpond nya di saku. Malih membuka tas, membawa masker, jaket hitam dan topi lalu memaikainya. Karena saat itu keadaan sedang sepi,jadi dia memakainya di sana

“Sekarang waktunya menyelidiki”seringai Malih kembali berjalan

Bersambung…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *